Bola

Suara itu terdengar renyah. Terdengar nyaring di tiap ruangan, apalagi di  ruanganku. Suara gemericik air, jangkrik, tawa, bicara, nada marah, jengkel, semuanya berisik seperti suara lalat mengerubungi makanan. Kalau melihat waktu, ini hari sudah petang, malah-malah mendekati pagi. Namun di ruangan tempatku duduk semuanya berbeda. Di sini benda-benda serta aku semuanya memilih diam.

Dan aku memilih memperhatikan bolaku. Bola itu semakin lincah berlari, kesana ke mari. Beruntung bola itu bersedia lari, kalau dia diam, dia bakal membawa bencana besar. Tapi jujur bola itu buatku waswas. Bola itu semakin hari semakin mendekati benda hitam di sudut ruangan. Dan itu adalah masalah. Untung saja bola itu masih terkungkung bangun ruang bentuk segitiga, kalo tidak dia bakal menyenggol benda-benda seisi ruangan. Dan kalian tau apa artinya, ruangan bakal berantakan.

Suara lalat tadi sudah tidak terdengar, sepertinya mereka mulai memperkecil suaranya, atau membiarkan diri mereka masuk dalam dunia malamnya.

Dan aku tetap memilih terdiam, perasaan waswas tadi seketika hilang, lincahnya bola yang meloncat-loncatpun tak ku hiraukan. Aku memilih pasrah, biarlah bola itu tetap terus meloncat sesuka hatinya, aku tau ini adalah masalah, tapi sudahlah.
Categories:

2 komentar:

  1. hahaha, siapa atau apa bola itu mbak? begitu mengganggunya =D

    BalasHapus
  2. bola yang bakal membawa masalah jika tetap dibiarkan berkeliaran :o

    BalasHapus