Anyam-Anyaman Nyaman




Dua hari yang lalu (7 juni 2014) aku terbius dengan lirik lagu anyam-anyaman nyaman karya sujiwo tejo. Sudah dua hari ini aku mengulang lagu ini tiap waktu. Padu padan kata serta nada yang dipilih membuat lagu ini sangat nyaman didengarkan, apalagi menjelang mau tidur, heeeem, berasa tentram. Aku tidak tau apa arti dari lagu ini. Tetapi ada nada-nada yang membuatku berfikir ini adalah lagu yang menerangkan tentang nikah, mungkin. Nadanya membius jari telunjukku untuk memutar tombol play pada handphoneku tiap waktu.

Awalnya lagu ini tidak begitu asing ditelingaku. Sering teman-teman persku memutar lagu ini, namun tak menggugah hatiku. Tapi kemarin, di sebuah ruangan berukuran 5x4 meter dengan suasana ruangan yang berantakan dan bau aku mendengarkan lagu ini dengan posisi badan terlentang sambil melihat langit-langit ruangan. Aku mendengarkan dengan seksama dan langusng ada fiil, oh meeen, heeeem. Dari situ aku mulai bertekad mengumpulkan lagu-lagu sujiwo tejo :D.

Satu lagi,
Kata-katanya yang menarik juga membuat saya penasaran, apa sih arti lagu ini. Ini lo liriknya

Anut runtut tansah reruntungan 
Munggah mudhun gunung anjlog samudra 
Gandheng rendhengan jejering rendheng 
Reroncening kembang 
Kembang temanten 

Mantene wus dandan dadi dewa dewi 
Dewaning asmara gya mudhun bumi 
Ela mendhung, bubar mawur, mlipir-mlipir, gya sumingkir 
Mahargya dalan temanten 
Dalanpun dewa dewi 

Swara trompet, ting celeret, arak-arak, sigra-sigrak, 
Datan kendat, anut runtut, gya mudhun bumi...

Coba tengok


dua jam yang lalu kakaku tiba di rumah. Spontan aku langsung pamer lagu sujiwo tejo ini, dan tanggepanyya hanya " itu lo lagu lawas" dengan muka datarnya.
aku tak mau kalah "selera itu tak ada selang waktu kakaaaak" sambil mencibir dan berlalu ke kamarku
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar