Lika-liku Jalannya Proposal

Kendala pendanaan kegiatan UKM-HMJ sejak bulan Januari hingga Juni 2013 tak bisa dilepaskan dari alur gerak proposal kegiatan yang panjang dan agak rumit. Kami berinsiatif menjelaskan alur pengajuan proposal ke ruang baca kawan-kawan. Informasi ini kami sarikan dari hasil wawancara dengan M. Ifin Asari perwakilan kemahasiswaan, Kasubbag keuangan, serta Sigit Prastowo selaku mantan pembantu dekan III;

Panah
Keterangan

            1. 
UKM-HMJ mengajukan proposal kegiatan ke bagian kemahasiswaan dengan menyertakan surat ijin kegiatan, surat ijin peminjaman tempat, surat permohonan bantuan dana. Paraf diberikan sebagai tanda proposal telah sesuai dengan ketentuan Fakultas

            2. 
UKM-HMJ meneruskan proposal yang telah diparaf kepada Pembantu Dekan III untuk mendapatkan persetujuan

            3.
Pembantu dekan III menyerahkan kembali proposal yang sudah disetujui kepada UKM-HMJ

            4.
UKM-HMJ menyerahkan proposal yang telah ditanda tangani Pembantu Dekan III ke bagian Umum untuk distempel

            5.
Bagian Umum menyampaikan proposal ke meja Dekan untuk diketahui

            6.
Dekan melimpahkan kembali proposal ke Pembantu Dekan III. Pembantu Dekan III menentukan berapa besar nominal dana yang turun

            7.
Setelah nominal dana disetujui, proposal berjalan  ke bagian kemahasiswaan untuk direkap

            8.
Kemahasiswaan memberikan proposal ke bagian Keuangan

            9.
Keuangan mengajukan proposal ke Rektorat untuk pencairan dana

        10
Setelah dana turun, Rektorat memberikan dana ke bagian Keuangan

        11.   
Bagian Keuangan memberikan dana ke bagian Kemahasiswaan

12.
Kemahasiswaan memberikan dana kepada UKM-HMJ. Dana yang diberikan tidak secara cuma-cuma, UKM-HMJ wajib menandatangani lembar Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) bermatrai dan stempel UKM-HMJ, namun dana yang diberikan masih sebagian. Bagian Kemahasiswaan memberikan dana keseluruhan setelah UKM-HMJ menyerahkan LPJ (Lembar Pertanggung Jawaban)


            Alur gerak proposal tidak semudah yang kita bayangkan. Permasalahan pertama adalah waktu pengajuan proposal. UKM-HMJ dianjurkan menyerahkan proposal kegiatan minimal satu bulan sebelum kegiatan. Nyatanya, UKM-HMJ sering mepet dalam mengajukan proposal. “Biasanya UKM-HMJ mengajukan proposal dua minggu atau satu minggu sebelum kegiatan” ujar Sigit Prastowo. Kebiasaan UKM-HMJ ini berimbas pada tertundanya pencairan dana. Fakultas beralasan bahwa proposal masih dalam proses. Jika sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, dana proposal akan dijanjikan turun dua minggu sebelum kegiatan berlangsung.

Proposal yang masuk ke bagian Kemahasiswaan harus memperoleh paraf sebagai tanda bahwa proposal sudah sesuai dengan ketentuan fakultas. Pada tahapan ini, proposal yang harus direvisi terkadang tidak segera diperbaiki. Hal ini mengakibatkan lambannya jalan proposal ke meja selanjutnya.
            Masalah yang kerap muncul berikutnya adalah saat Pembantu Dekan III sudah menyetujui nominal pengajuan dana. Timbul dua pendapat yang berbeda mengenai jalannya proposal selanjutnya. Pak Jum, perwakilan dari bagian Keuangan menyatakan, “proposal yang sudah mendapatkan acc dan sudah berada di meja kemahasiswaan, langsung saja diserahkan ke bagian keuangan, agar tidak memperlambat proses pencairan dana”. Sedangkan peryataan berbeda muncul, bahwa proposal harus lebih dulu diserahkan ke bagian kemahasiswaan. Proposal yang turun dan sudah mendapatkan acc akan ditampung di meja kemahasiswaan untuk menunggu datangnya proposal dari UKM-HMJ yang lain. Strategi ini bertujuan untuk mempermudah pihak Kemahasiswaan menyalurkan dana ke bagian keuangan” ujar M. Ifin Asari selaku perwakilan Kemahasiswaan. Jika kebijakannya begitu, serasa percuma ketika diawal pengajuan proposal, UKM-HMJ dianjurkan sesegera mungkin memasukkan proposal. Toh nyatanya proposal masih menginap dalam waktu yang enggan ditentukan di bagian kemahasiswaan.
Belum selesai sampai disitu. Ada info dari Rektorat bahwa masalah pendanaan muncul dari pusat. Sigit Prastowo sempat berujar, “Belum adanya pencairan dana disebabkan audit anggaran dari Dikti”. Jika kenyataannya demikian, lalu bagaimana nasib tanggungan Fakultas terhadap UKM-HMJ?
Permasalahan juga kerap muncul di proses pencairan dana. Lambannya mahasiswa dalam melengkapi persyaratan pengambilan dana menyebabkan dana ditahan berlarut larut. Seperti mahasiswa mengulur-ngulur waktu dalam pengisian SPJ (Surat Pertanggung Jawaban) serta pengerjaan LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban). Lalu, siapa yang sebenarnya layak untuk disalahkan?

Terkadang banyaknya kesalahan ditujukan kepada mahasiswa. Namun nyatanya, di lapang kini bukan hanya pihak mahasiswa yang menjadi tersangka. Rumitnya perbedaan alur serta lambannya pencairan dana menjadi momok bagi kantong-kantong mahasiswa yang berkecimpung di dunia UKM-HMJ.

Suara Una

 Tanggal 31 maret 2026. Malam menjelang, ibu selesai berbuka puasa. Tiba tiba adik merengek minta membuka kulkas. Belum kelar mencuci piring una bilang
“Embug empah, embug empah” (ibu tumpah) 
“Lo apa itu yang tumpah, minta tolong yah serbet biru, mungkin ini airnya daging”
“Apa itu, coba di bau dulu, jangan jangan pipis”
Ku rogoh celananya dan benar, pipis adik tumpah. Sudah sebulan ini adik menolak pakai pempers atau popok. Bila hendak buang air kecil maupun air besar selalu berkata
“Embug pis, embug pub” bila yang mendengar tidak cepat merespon, celana yang dikenakan akan terlambat tertolong. Malam ini sunyi, sawah di depan dan di belakang rumah sudah waktunya di panen. Bila musim panen tiba kepik kerap hinggap ke rumah kami mencari penerangan. Bila ke injak sedikit saja, aroma pertahanannya akan keluar, baunya seperti walang sangit. Bukan satu hewan tapi ribuan. Bila rumah sudah di serang kepik, kebanyakan dari kami penduduk sini memilih mematikan lampu baik dalam rumah maupun teras rumah.  Saat menjelang waktu malam lewat, mereka akan menyurut dengan sendirinya. Rencananya malam ini ada teman ayah berkunjung. Mata ibu dan kaka sudah susah terbuka, ku ajaklah bobog keduanya. Karna si adik masih mau bermain, kami putuskan bermain dalam kamar, supaya tidak mengganggu tamu yang datang. Teman ayah membawa buah tangan, martabak manis dua kotak.
“Waaa, ayah punya apaaaa, makanen ibuk”
Ibu tidak merespon, karna mata yang mulai susah terbuka.  Sementara kaka menyiapkan tempat tidurnya. Sedangkan adik, keluar kamar dan kembali membawa sekantong plastik berisi dua kotak makanan
“Embug ayo kan embug ayo kan” (ibu ayo makan)
Karna usahanya dengan susah payah membawa sekantong kresek ibu terbangun dan tertawa. Kalunaa 💆🏼‍♀️

Suatu pagi tanggal 1 april 2026. Adik sudah bangun lebih dulu, sudah mandi dan berpakaian wangi, sementara kaka masih terlelap dengan tidurnya. Ibu tengah masak di dapur tatkala kaka bangun. 
“Ibuuu, daaar”
“Baca doa nak”
“Alhamdulillahilladi ahyana ba’dama amatana wailaihinnusur”
Seperti pagi sebelum sebelumnya, tiap bangun kaka kerap mengagetkan ibu di dapur. Terkadang kejutannya berhasil terkadang gagal. Ayah tengah sibuk bikin konten kopi di pagi hari. Sedangkan adik
“Embug pi, embug na” (ibu yahanana di tv) kalau sudah begitu adik meminta melihat Ya Hanana di TV. Shalawat penyanyi cilik aishwa nahla. Terkadang permintaan terlupa setelah melihat mainan aneh di depannya. Jam menunjuk pukul 06.30. Tandanya kaka harus segera mandi. Karna ibu belum selesai memasak, tugas memandikan kaka di ambil alih ayah
“Adeek, lihat ini dek lihat” kaka tengah memainkan sabun mandi, menggosok gosoknya supaya busa banyak keluar.
Adik yang tengah asyik bermain bergegas ke depan kamar mandi
“Waaaw, kaka jus” (wah kaka bagus)  kata adik setengah berteriak. Tanpa aba aba, selesai mandi adik bergegas ke lemari kaka, mengambil celana kaka, dan berkata
“Ayo kak kek” (ayo kaka pakai celananya) sembari celana dibentangkan. 
“Tau apa kamu bocil, ayah lihat adek“ Ayah yang berada di balik pintu tertawa melihat  tingkah keduanya. Ternyata, peniru ulung itu sekarang anakku.

Sabtu pagi tanggal 4 april 2026. Sedari pagi hp ramai dengan ijin wali murid sekolah kaka, ijinnya seragam, berkepentingan. Ibu was was sepertinya yang sekolah bisa terhitung. Sedari kamis para wali murid sepakat untuk tidak sekolah, Karna kemarin adalah tanggal merah, sementara besok hari minggu. Lain dengan ibu, Karna akan ada isu daring dalam waktu dekat, ibu memutuskan tetap sekolah. Dan juga membiasakan tidak ada hari terjepit untuk si kaka, meskipun ada tambahan bumbu kerewelan tatkala nanti di tinggal.
“Buk gak berangkat? Sudah setengah delapan”
“Pas yah?” Sambil berjalan menuju sumber suara
“Iya buk, ooo samean makan, iya sudah lanjutkan”
Nasi goreng kaka tidak habis, sementara nasi goreng adik bersih. Ibu membatasi sarapan pagi, ibu mencoba IF (intermittent fasting) metode pola makan yang membatasi waktu makan tanpa memilah milih makanan. Waktu makan di batasi, dimulai dari pukul sepuluh pagi dan berakhir pukul enam sore hari. Bila ibu tidak berpuasa ibu menerapkannya meskipun ada makanan sisa kaka dan adik yang mubazir bila tidak di makan 💆🏼‍♀️ (sedikit saja).
“Ayah minta tolong pakaikan sepatu adik, ambilkan kaka kaos kaki dan temani pakai sepatu, ayah ayah sepeda ibu siapin” kata ibu sembari berjalan menuju kamar. Ayah belum berangkat kerja, biasanya setelah ibu adik dan kaka berangkat, ayah ikut serta di belakang. Untuk hari ini ibu lupa bertanya, akan kerja naik apa.
“Yah karpetnya di balik, yah karpetnya di angkat, yaaah…”kemarin sore ibu menyempatkan mencuci karpet, bekas dipakai mengaji ayah bersama teman temannya. 
Pagi ini terik, setelah salim dan berpamitan pada ayah, ibu kaka adik berangkat. Di tengah jalan burung burung berhamburan, kucing tetangga tengah sibuk menyeberang jalan, ayam mulai di keluarkan dari kandang. Saat kami melaju, mereka semua seperti menyambut kami, adik yang tengah berdiri di depan ibu berkata
“Encing was dah” (kucing awas sepeda)
“Yam was dah” (ayam awas sepeda)
“Yung was dah” (burung awas sepeda)
“Daadaaa enciiing” (dada kucing)
Ibu tertawa dalam hati sementara kaka tidak menggubris dan tengah asyik melihat jalan dan rumah rumah tetangga.
sesampainya di sekolah senam pagi sudah usai
“Aku terlambat lagi ya ibuk” kata kaka. Anak anak belum masuk kelas, pembiasaan diri setelah senam pagi, membaca asmahul husna, menyanyikan lagu Indonesia raya dan di akhiri dengan doa. Tatkala kami sampai, sekolah sedang menyiapkan diri untuk membaca asmaul husna bersama sama. Setelahnya karna yang sekolah tidak lebih dari 20 siswa, ibu guru memilih mengumpulkan anak anak dalam aula perpustakaan. Setelah kaka masuk aula ibu buru buru mengantar tepung untuk diselep menjadi mie, dan kopi untuk di roasting. Sepeda baru melaju 500meter, adik sudah merengek 
“Embug emmaaa” (ibu aku mau ke oma) ibu tersenyum dan tetap melajukan sepedanya. 
Di jalan ibu teringat, adik sebentar lagi di sapih. Ada rasa sedih yang tiba tiba muncul tanpa di undang. “Anakku tidak akan membutuhkanku lagi, tidak merengek manja lagi, tidak mencari cari aku lagi, tidak mau ku gendong lagi” ketika kuadukan pada bulek
“Yo gak kiro lah, awakmu kan ibu e” 
Nak, bila nanti kalian menemukan tulisan ini, terlepas dari kerasnya kami, ketahuilah ibu maupun ayah sangat menyayangi kalian. 


Suara Ara


Suatu sore di kamar mandi kami. Tanggal 31 maret 2026, sedari kemarin adik rewel, tiba tiba teriak bila yang dikehendaki tidak tersampai. Belum lagi tiap menjelang magrib selalu minta tidur. Ayah mendadak ada panggilan kerja sore hari, Maka karenanya sebelum berangkat ayah berpesan 
“Tidak usa masak yang aneh aneh buk”
Ibu terdiam sambil mengangguk. Sembari masak menu sore anak anak bermain di depan tv. Hari ini ara berhasil lolos membunuh kebosanan tanpa tv. Matanya membengkak sedari pagi, entah akibat melihat tv yang teramat dekat atau terlalu banyak makan telur sedari kemarin. Menghindari adik yang mulai mengantuk, ibu mengajak mandi. Selepas mandi ibu membiasakan ngambil air wudhu. Kemudian
“Kata ibu guru, wudhunya sampai sini gak papa ibuk” tangan kecilnya menunjuk mata kaki. 
“Ibu ibu mata kaki ini apa bisa melihat?” Tanyanya dengan penuh penasaran. Pertanyaan sederhana yang membuat hati ibu tertawa. Kinara 🤦🏻‍♀️

Siang ini terik sekali. Tanggal 1 april 2026. Anak anak bermain di rumah oma opa. Sementara ibu membuka kedai mienya. Salah satu karyawannya masih bersekolah. Sudah pasti kedai tidak bisa buka di pagi hari. Ara bersama opa di teras belakang. Sambil mengamati opa yang tengah mencabut kumis
“ opa, temanku banyak lo opa di sekolah, ada yang cantik dan ada yang jelek”
“Ha, jelek?”
“Iya, yang cantik seperti aku itu namanya amel, aza, dan banyak lagi, kalau yang jelek seperti ayah itu arsy, gani, eh opa opa ada yang berkulit gelap juga”
Opa tertawa mendengar pernyataan ara. Sedari kecil ara beranggapan cantik itu perempuan, sementara jelek itu laki laki. 🤦🏻‍♀️
“opa, opa ngapain?”
“Ini nak mencabut kumis yang putih”
“Kenapa di cabut opa, kalau putih terlihat tidak bagus ya”
Sontak opa tertawa kembali mendengar pernyataan ara. 
Sepulang dari kedai opa bercerita pada ibuk. 
“Haduh ndok kinara itu ya, ko iso isone ngunu lo, omongane” 
“Haha, bahasane baku pisan yo yah, iku perkarane kakean delok bing yah” 

3 april, hari ini hari jum’at. Tatkala ayah ke masjid, adik menemukan hp ayah yang tergeletak. Tiba tiba suara aishwa nahla terdengar. Si adek sudah menemukan Spotify, dan kakapun berkata
“Adek nanti matanya hitam lo”
“Ha tam” (ha hitam)
“Itu, itu lihat kopi, kopi itu kan hitam, nanti mata adek jadi hitam, hehe becanda kok” si kaka kemudian berkata lagi
“Buk ibuk, pencuri itu dari mana ya ko bisa ada”
“Tanyak ayah nak”
Umur segini banyak pertanyaan dan tingkah lucu yang buat kita kehilangan akal untuk menjawab. Belum lagi celotehannya makin panjang bila tidak segera mendapat jawaban yang dimaksud.

4 april jam pulang sekolah. 10 menit sebelum pulang ada pesan masuk “mba sudah” tandanya proses penggilingan mie sudah selesai, bisa di ambil. Kali ini perjalanan di temani kaka, karna adik sudah terlelap di rumah oma. Di jalan kaka bercertia peristiwa di sekolah
“buk hari ini tidak belajar”
“buk aku tadi tanyak ke bu guru, kenapa ya yang sekolah ko sedikit”
“Kata ibu guru, karna kemarin libur dan besok libur lagi makanya tidak banyak yang sekolah”
Sayup sayup ibu mendengarkan dengan gemuruh kendaraan bermotor yang berlalu lalang. Selepas mengambil mie, dilanjut mengambil kopi yang sudah selesai di roasting. Sepulangnya di perjalanan
“Ibu ibuk kenapa ya ayah ko suka kopi”
Ibu bingung kenapa kaka tanyak pada ibu, ibupun memutar otak dan berdalih
“Kenapa ayah suka kopi, karena, tidak ada rasa yang di dapat dari selain minum kopi, karena juga ayah mengobati lambungnya, tapi kak, kopi yang diminum tidak sama dengan kopi yang diminum ibuk. Kopi ayah tanpa gula dan tanpa susu”
“Lambung itu apa ya buk”
“Lambung itu organ pencernaan dalam tubuh kita ka, kaka punya, ibu punya, adekpun punya” 
“Oh, buk itu apa?” Sambil menunjuk kuburan 
“Itu kuburan ka, rumah masa depan kita”
“Oh, seperti rumah masa depannya doraemon ya”
Ibu menghela nafas setengah tertahan 🤦🏻‍♀️

Kalau sudah ujiannya, boleh pulang

Di ujung jalan ini
Aku menunggumu aku menantimu
Di tengah terik matahari
Aku menyanyikan kisah tentang kita

Ketika malam telah tiba
Aku menyadari kau takkan kembali

Kita paham betul, masing masing manusia memiliki cobaannya sendiri, entah itu dalam hal finansial, karakter, komitmen, komunikasi dan masih banyak lagi. Sebelum sampai pada titik ini, kita pasti pernah mengalami apa itu karma, tapi sebut saja itu ujian. Begitupun aku. Sejak saat itu aku nyatanya tidak benar benar pergi. Bila caraku kemarin membuatmu benci. Aku turut berbahagia. 


Di ujung jalan ini
Aku menunggumu aku menantimu

Menanti dalam hal kematian. Tidak ada yang tidak pasti didunia yang fana ini. Apa yang kita genggam di detik pertama ini belum tentu di detik berikutnya kita genggam kembali, belum tentu juga kita mampu menggenggamnya. Keadaan di timur tengah makin memanas. Ketika kripik nangka makin menipis, kami mencoba peruntungan di kripik singkong. Ku iseng posting, alhamdulillahnya pesanan di luar ekspektasi. Banyak yang antusias sama jajanan jadul ini. Sembari merajang singkong hasil panenan kemarin, aku mendengarkan salah satu podcast ustad felix. Dan aku menyeletuk begini pada bulek

“Umur bumi diperkirakan tidak mencapai 1500 tahun, tapi itu menurut ulama si ik, sementara bumi sudah berumur 1447. Doaku hanya satu ik, semoga umurku sudah habis ketika dajjal muncul”

“He best iki, ko garai merinding”

Bila daun itu sudah tertiup angin, tandanya waktu kita sudah habis, dahulu, waktu masih mengenyam bangku sekolah, guru, ustad, dosen sering bilang begini

“Kalau sudah ujiannya, boleh pulang”

Pernah tidak merasa kesal dengan munculnya ujian ujian hidup di muka bumi ini. Percaya atau tidak, seberat apapun ujian itu, kalau kita masih bernafas hari ini, berarti Allah mampukan kita melewatinya. Alhamdulillah, maka mari bersemangat menantikan ujian selanjutnya, lain halnya bila Allah sudah bilang begini pada kita 

“Kalau sudah ujian, boleh pulang”



❤️‍🩹 Ramadhan

Ada yang hilang malam ini, 
Perlahan dan tenang, 
Bukan tanpa aba aba dan peringatan 
Tanda tandanya sudah terlihat dari kemarin kemarin
Tapi, meski kita sudah tidak bersua, 
Aku yakin, 
Dalam diam kamu juga menyimpan rindu, 
sepertiku.
Merindu sepanjang hari 
Tidak sabar Menunggu malam tiba
Karna hanya itu waktu kita bebas bermesra
Tapi, 
Sebentar 
Sebenarnya kamu atau aku yang menunggu ? 
Kamu apa aku yang butuh?
Semoga bila saatnya tiba, 
Kita bisa bersua kembali, 
Bukan dengan amarah dan malu malu
Melainkan
Dengan hati tenang dan lapang  
Bila masih mampu
Semoga daunku masih kokoh saat itu 
Assalamualaikum Ramadhan Karim