|
Panah
|
Keterangan
|
|||
|
1.
|
UKM-HMJ
mengajukan proposal kegiatan ke bagian kemahasiswaan
dengan
menyertakan surat ijin kegiatan, surat ijin peminjaman tempat, surat
permohonan bantuan dana. Paraf diberikan sebagai tanda proposal telah sesuai
dengan ketentuan Fakultas
|
|||
|
2.
|
UKM-HMJ meneruskan proposal yang telah
diparaf kepada Pembantu
Dekan III untuk mendapatkan persetujuan
|
|||
|
3.
|
Pembantu dekan III menyerahkan kembali proposal yang
sudah disetujui kepada UKM-HMJ
|
|||
|
4.
|
UKM-HMJ menyerahkan proposal yang telah
ditanda tangani Pembantu
Dekan III ke bagian Umum untuk
distempel
|
|||
|
5.
|
Bagian Umum menyampaikan proposal ke meja Dekan untuk
diketahui
|
|||
|
6.
|
Dekan melimpahkan kembali proposal ke Pembantu Dekan
III. Pembantu Dekan III menentukan berapa besar nominal dana yang turun
|
|||
|
7.
|
Setelah nominal dana disetujui, proposal berjalan ke bagian
kemahasiswaan untuk direkap
|
|||
|
8.
|
Kemahasiswaan memberikan proposal ke
bagian Keuangan
|
|||
|
9.
|
Keuangan mengajukan proposal ke Rektorat untuk pencairan dana
|
|||
|
10
|
Setelah
dana turun, Rektorat
memberikan dana ke bagian Keuangan
|
|||
|
11.
|
Bagian
Keuangan memberikan dana ke bagian Kemahasiswaan
|
|||
|
|
12.
|
Kemahasiswaan memberikan dana kepada UKM-HMJ.
Dana yang diberikan tidak secara cuma-cuma, UKM-HMJ wajib
menandatangani lembar Surat
Pertanggung Jawaban (SPJ) bermatrai dan
stempel UKM-HMJ, namun dana
yang diberikan masih sebagian. Bagian Kemahasiswaan memberikan dana keseluruhan setelah UKM-HMJ
menyerahkan LPJ
(Lembar Pertanggung Jawaban)
|
||
Di tengah terik matahari
Aku menyanyikan kisah tentang kita
Ketika malam telah tiba
Kita paham betul, masing masing manusia memiliki cobaannya sendiri, entah itu dalam hal finansial, karakter, komitmen, komunikasi dan masih banyak lagi. Sebelum sampai pada titik ini, kita pasti pernah mengalami apa itu karma, tapi sebut saja itu ujian. Begitupun aku. Sejak saat itu aku nyatanya tidak benar benar pergi. Bila caraku kemarin membuatmu benci. Aku turut berbahagia.
Menanti dalam hal kematian. Tidak ada yang tidak pasti didunia yang fana ini. Apa yang kita genggam di detik pertama ini belum tentu di detik berikutnya kita genggam kembali, belum tentu juga kita mampu menggenggamnya. Keadaan di timur tengah makin memanas. Ketika kripik nangka makin menipis, kami mencoba peruntungan di kripik singkong. Ku iseng posting, alhamdulillahnya pesanan di luar ekspektasi. Banyak yang antusias sama jajanan jadul ini. Sembari merajang singkong hasil panenan kemarin, aku mendengarkan salah satu podcast ustad felix. Dan aku menyeletuk begini pada bulek
“Umur bumi diperkirakan tidak mencapai 1500 tahun, tapi itu menurut ulama si ik, sementara bumi sudah berumur 1447. Doaku hanya satu ik, semoga umurku sudah habis ketika dajjal muncul”
“He best iki, ko garai merinding”
Bila daun itu sudah tertiup angin, tandanya waktu kita sudah habis, dahulu, waktu masih mengenyam bangku sekolah, guru, ustad, dosen sering bilang begini
“Kalau sudah ujiannya, boleh pulang”
Pernah tidak merasa kesal dengan munculnya ujian ujian hidup di muka bumi ini. Percaya atau tidak, seberat apapun ujian itu, kalau kita masih bernafas hari ini, berarti Allah mampukan kita melewatinya. Alhamdulillah, maka mari bersemangat menantikan ujian selanjutnya, lain halnya bila Allah sudah bilang begini pada kita
“Kalau sudah ujian, boleh pulang”