Dia Itu Aku

Aku. Aku adalah sosok yang selalu menjadi sorotan utama. Aku adalah orang yang selalu mempunyai nasib baik. Terkadang. Aku adalah orang yang dibanggakan. Terkadang. Aku selalu menjadi orang nomor satu. Aku selalu dicari kemana-mana. Sedikit saja aku menghilang, puluhan ribu orang mencariku. Aku. Aku pikir aku adalah orang yang egois. Maunya sendiri. Bertingkah sesuka hati. Tapi aku merasa sepi bila terlalu lama sendiri. Susah kadang. Aku tidak ingin diduakan dengan kamu ataupun dia, apalagi mereka. Karna aku bakal iri. Dan bagaimanapun, kodratku selalu semacam itu. Satu lagi. Ceritaku selalu baik, tapi terkadang juga buruk. Selalu antara keduanya.

Aku. Terkadang, aku dibanggakan. Terkadang aku di puja-puja. Terkadang aku disanjung. Terkadang aku diabaikan. Terkadang aku dibenci.Terkadang aku dicela. Terkadang aku dicemooh. Terkadang aku dimusuhi. Terkadang aku dihindari.

Aku. Kehidupanku selalu diumbar-umbar. Segala tentangku. Semuanya. Tentang kehidupanku. Percintaanku. Aktivitasku. Tiap detik yang kulakukan. Tiap detik yang kuperbuat. Tiap detik yang kupandang. Tiap detik yang ku sapa. Tiap detik yang ku sentuh. Tiap detik yang ku raba. Tiap detik yang ku injak. Tiap detik yang ku makan. Tiap detik yang kuhirup. Mandipun aku dibicarakan. Bertegur sapa dengan orang dibicarakan. Bercanda dengan orangpun dibicarakan. Bahkan mimpikupun juga.

Caraku menjalani hidup juga diumbar. Bagaimana caraku berkata. Bagaimana caraku bicara. Bagaimana caraku makan. Bagaimana caraku jalan. Bagaimana caraku duduk. Bagaimana caraku tidur. Bagaimana caraku berdiri. Bagaimana caraku berjalan. Bagaimana caraku mandi. Bahkan caraku kencing juga diumbar. Semuanya.
Ah aku. Aku bosan. Kehidupanku selalu seperti itu. coba jangan hanya aku yang dibicarakan. Coba jangan hanya aku yang dibanggakan. Coba jangan hanya aku yang di puja. Coba jangan hanya aku yang di katai. Coba jangan hanya aku yang dihujat.


Kalian tau. Itu sungguh tidak adil bagiku. Aku selalu bertanya. Kenapa selalu aku yang jadi tokoh utama dalam setiap buku. Iya. Dia itu aku.
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar