Tips n’ trik mengatasi sembelit pencairan dana proposal



Pengajuan proposal kegiatan kini menjadi momok bagi tiap UKM-HMJ, pasalnya ini terjadi karena kurang fahamnya mahasiswa mengenai persyaratan pengajuan proposal, alur gerak proposal dan banyakya proposal yang harus dibuat. Ketidakpahaman ini melahirkan omelan bahkan bentakan dari mulut pihak-pihak terkait. Selain bentakan serta omelan, ketidak pahaman ini tentu mengakibatkan tertundanya pencairan dana. Keadaan ini berimbas pada lambatnya dana yang masuk ke UKM-HMJ. Atas dasar itu, kami dari team klorofil memberi tips mengatasi sembelit pencairan dana proposal.
 “Mengajukan proposal jauh- jauh hari sebelum acara berlangsung”
pengajuan proposal jauh-jauh hari sebelum acara berlangsung atau minimal satu bulan sebelum acara berlangsung akan mempermudah semua pihak. UKM-HMJ akan punya banyak waktu memperbaiki proposal jika ada kesalahan. Sedangkan untuk pihak kemahasiswaan punya banyak waktu untuk mengoreksi isi proposal.

“Lihat arsip proposal leluhur (alumni) terdahulu”
Adanya arsip sangat penting untuk membantu lancarnya penulisan proposal. Terkadang UKM-HMJ tidak teliti dalam penulisan proposal. Dengan adanya arsip, kita bisa mencontoh apakah proposal yang kita buat sudah sesuai dengan format maupun tata bahasa yang ditetapkan. 
“Tidak mengajukan proposal pada saat-saat penutupan buku”
pengajuan proposal ketika penutupan buku sama saja memasukkan diri pada jurang, mengapa? Karena penutupan buku pada bulan november (penghujung tahun) itu merupakan saat dimana semua aliran keuangan universitas berada pada lampu merah. Apabila kita tidak ingin uang di saku terkuras habis, jangan mengajukan proposal pada bulan-bulan penutupan buku.
“Membagi proposal ketiga meja yang berbeda”
Untuk memperpendek masa penungguan dana, kita bisa mengatur siasat untuk menyebarkan proposal ketiga meja yang berbeda (meja bagian kemahasiswaan, bagian umum dan bagian keuangan). Dengan penyebaran proposal ketiga meja yang berbeda akan menguntungkan berbagai pihak. Menjadikan UKM-HMJ memperpendek masa penungguan dana, karena apabila proposal telah sampai ke bagian kemahasiswaan untuk menuju ke fase selanjutnya membutuhkan waktu yang relatif lama, jadi sebarkan kopian proposal yang sudah di tanda tangani pembantu dekan III ketiga meja tersebut.
            Meja pertama (bagian keuangan) bertujuan untuk memancing bagian kemahasiswaan segera menyampaikan disposisi proposal. Meja kedua (bagian kemahasiswaan) sebagai arsip kemahasiswaan. Meja ketiga (bagian umum) gunanya untuk menyalurkan proposal ke meja dekan. Dengan menyebarkan proposal ketiga meja yang berbeda, akan memperpendek alur birokrasi, otomatis cara ini berimbas pada cepatnya dana yang akan cair.
“Cepat-cepat mengerjakan LPJ”
LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban). Ini perlu gan, buat apa? dengan menyertakan laporan ini, dana yang kita butuhkan berada pada lampu hijau, artinya pihak kemahasiswaan akan memberikan keseluruhan dana.


Ku Tunggu Kau di Lamunan


                                                                
Ketika ku susuri tepian pantai,
angin membisikkan pecahan memori yang tak kunjung datang,
hasrat tuk slalu bersama tak jua reda.
berlari di pesisir pantai bersamamu, dengan golatan tawa riang.
Lalu . . .
tiba tiba lamunanku buyar akibat sentuhan air pantai di ujung jemari kaki,
dengan mata terpejam kubiarkan diri ini bersandar pada angin,
berharap meneruskan pecahan memori yang hilang
dan ketika ku buka kedua bola mataku
 kau berdiri didepanku
hati bergejolak tanda riang
dengan memejamkan mata aku berhasil memasuki kabut kelam
kau melambaikan tangan ditemani ulasan senyum manjamu, mengisyaratkanku untuk terus mengikutimu
J
namun . . .
perlahan kubuka mataku, yang kudapat hanya pesisir pantai yang lengang dan kosong,
kudapati diriku berdiri sendiri menatap ladang lautan

                                                                                   Pagi menjelang 8.40 am 5 Juni 13