Akibat Numpang Makan

Salah Satu Produk Kebun Kalibakar 
Upaya mengangkat akreditas Kebun Kalibakar, Wakil Manajer Kebun Kalibakar, Sanuri membangun terobosan baru dengan membuat lapangan usaha. Kebun yang mulanya pasif didunia produksi kini menjadi aktif kembali dengan adanya aktivitas pembuatan kripk buah dan penjualan kopi rakyat.

“karena selama 15 tahun kebun kalibakar tidak memberikan kontribusi apapun ke perusahaan, saya menciptakan terobosan baru agar kalibakar mendatangkan pendapatan sehingga dapat memberikan kontribusinya ke perusahaan” ujarnya saat ditemui di rumah produksi kripik buah.

Kebun Kalibakar merupakan Badan Usaha Milik Negara yang di kelola oleh  PTPN XII yang notaben nya memiliki permasalahan. Sudah 15 tahun kebun ini di Ninabubukan dengan status “Ngambang Terkendali” tidak berproduksinya kebun diakibatkan adanya penjarahan kebun yang dilakukan masyarakat sekitar kebun. Penjarahan kebun tersebut mengakibatkan kebun ini bangkrut dan tidak memberikan sumbangsihnya samasekali keperusahaan. Akan tetapi, hingga kini perusahaan tetap mempertahankan kebun untuk memelihara fasilitas agar penjarahan kebun tidak merajalela. Sejalan dengan mempertahankan kebun, hingga kini, para karyawan karyawati yang bertugas juga masih tetap berusaha untuk mengambil alih tanah kebun.

“Terobosan baru yang kini dilakukan kebun kalibakar menguntungkan pula bagi kebun, kebun kini memiliki penghasilan sendiri untuk menghidupi awak kebunnya, jadi tidak perlu numpang makan lagi kekebun lain” ujar wakil manajer kebun kalibakar.

Selain dapat memberikan sumbangsihnya ke perusahaan, terobosan baru yang dilakukan kebun kalibakar kini menjadi lapangan pekerjan bagi warga sekitar perumahan kebun.
Rumah produksi kripik buah kini sudah beroperasi tanpa adanya peresmian secara formal. Usaha keripik buah disambut dengan tangan terbuka oleh awak direksi perusahaan. Pemasaran keripik buah sudah menyebar ke seluruh perkebunan PTPN XII, seperti agrowisata kebun wonosari, mumbulsari dan toko-toko.  Diharapkan usaha ini dapat terus berlangsung dan tidak hanya menjadi sejarah bagi PTPN XII utamanya kebun Kalibakar.

*ini tulisan yang gagal dipost ke perusahaan